A. Menggambar Ilustrasi
-
Pengertian Ilustrasi
- Ilustrasi adalah gambar yang memperjelas atau menerangkan suatu teks, cerita, atau konsep.
- Fungsi ilustrasi:
- Memperkuat pesan.
- Menarik perhatian.
- Memudahkan pemahaman.
- Menghidupkan cerita.
-
Jenis-Jenis Ilustrasi
- Ilustrasi Realis: Menggambarkan objek secara nyata dan detail, sesuai dengan bentuk aslinya.
- Ilustrasi Karikatur: Melebih-lebihkan atau menyederhanakan ciri khas suatu objek atau tokoh, biasanya untuk tujuan humor atau kritik.
- Ilustrasi Kartun: Menggunakan gaya gambar yang sederhana, lucu, dan seringkali menampilkan tokoh-tokoh imajiner.
- Ilustrasi Dekoratif: Lebih menekankan pada nilai estetika dan keindahan visual, seringkali dengan motif-motif hiasan.
-
Alat dan Bahan Menggambar Ilustrasi
- Alat:
- Pensil (HB, 2B, dll.)
- Penghapus
- Penggaris
- Kertas gambar
- Pensil warna
- Krayon
- Spidol
- Cat air
- Kuas
- Bahan:
- Referensi gambar atau objek
- Contoh ilustrasi
- Alat:
-
Teknik Menggambar Ilustrasi
- Teknik Arsir: Membuat kesan gelap terang dengan garis-garis sejajar atau menyilang.
- Teknik Dussel (Gosok): Membuat kesan gelap terang dengan menggosokkan pensil atau alat lainnya pada kertas.
- Teknik Pointilis: Membuat gambar dengan titik-titik kecil.
- Teknik Aquarel: Menggunakan cat air untuk menciptakan efek transparan dan lembut.
-
Langkah-Langkah Menggambar Ilustrasi
- Menentukan Tema: Pilih tema atau cerita yang akan diilustrasikan.
- Membuat Sketsa: Buatlah sketsa kasar dari objek atau tokoh yang akan digambar. Perhatikan proporsi dan komposisi.
- Menentukan Komposisi: Atur tata letak objek atau tokoh dalam gambar agar menarik dan seimbang.
- Memberi Detail: Tambahkan detail pada sketsa, seperti garis, tekstur, dan ekspresi.
- Mewarnai: Warnai gambar dengan pensil warna, krayon, spidol, atau cat air. Perhatikan pemilihan warna yang sesuai dengan tema dan suasana.
- Finishing: Periksa kembali gambar dan perbaiki jika ada kekurangan. Tambahkan sentuhan akhir untuk memperkuat kesan visual.
B. Membuat Karya Kolase
-
Pengertian Kolase
- Kolase adalah teknik menempel berbagai macam bahan pada suatu permukaan sehingga membentuk suatu karya seni baru.
- Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kertas, kain, biji-bijian, daun kering, atau benda-benda bekas.
-
Jenis-Jenis Kolase Berdasarkan Bahan
- Kolase Kertas: Menggunakan potongan-potongan kertas berwarna, koran, majalah, atau kertas origami.
- Kolase Kain: Menggunakan potongan-potongan kain perca, renda, atau benang.
- Kolase Biji-bijian: Menggunakan berbagai jenis biji-bijian, seperti kacang hijau, beras, jagung, atau biji bunga matahari.
- Kolase Alam: Menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun kering, ranting, kerikil, atau pasir.
- Kolase Campuran: Menggabungkan berbagai jenis bahan yang berbeda.
-
Alat dan Bahan Membuat Kolase
- Alat:
- Gunting
- Lem
- Pensil
- Kuas (untuk mengoleskan lem)
- Alas kerja
- Bahan:
- Kertas karton atau triplek sebagai dasar kolase
- Bahan-bahan kolase (kertas, kain, biji-bijian, dll.)
- Referensi gambar atau tema
- Alat:
-
Teknik Membuat Kolase
- Teknik Potong: Memotong bahan-bahan menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan.
- Teknik Sobek: Menyobek kertas atau kain menjadi potongan-potongan kecil.
- Teknik Tempel: Menempelkan bahan-bahan pada dasar kolase dengan menggunakan lem.
-
Langkah-Langkah Membuat Kolase
- Menentukan Tema: Pilih tema yang akan dibuat kolase.
- Membuat Sketsa: Buatlah sketsa gambar pada dasar kolase sebagai panduan.
- Menyiapkan Bahan: Siapkan bahan-bahan kolase yang akan digunakan.
- Memotong/Menyobek Bahan: Potong atau sobek bahan-bahan menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan.
- Menempel Bahan: Oleskan lem pada bagian belakang bahan dan tempelkan pada dasar kolase sesuai dengan sketsa.
- Menyusun Komposisi: Susun bahan-bahan dengan rapi dan menarik. Perhatikan komposisi warna dan tekstur.
- Finishing: Periksa kembali kolase dan perbaiki jika ada kekurangan. Biarkan lem mengering sempurna.
C. Membuat Karya Mozaik
-
Pengertian Mozaik
- Mozaik adalah seni dekorasi yang menggunakan potongan-potongan kecil bahan keras (seperti kaca, keramik, batu, atau kayu) yang disusun dan ditempelkan pada suatu bidang datar sehingga membentuk gambar atau pola.
-
Jenis-Jenis Mozaik Berdasarkan Bahan
- Mozaik Kaca: Menggunakan potongan-potongan kaca berwarna.
- Mozaik Keramik: Menggunakan potongan-potongan keramik.
- Mozaik Batu Alam: Menggunakan potongan-potongan batu alam.
- Mozaik Kayu: Menggunakan potongan-potongan kayu.
-
Alat dan Bahan Membuat Mozaik
- Alat:
- Tang (untuk memotong bahan mozaik)
- Lem
- Pensil
- Kuas (untuk mengoleskan lem)
- Alas kerja
- Bahan:
- Triplek atau papan sebagai dasar mozaik
- Potongan-potongan bahan mozaik (kaca, keramik, batu, dll.)
- Referensi gambar atau tema
- Alat:
-
Teknik Membuat Mozaik
- Teknik Potong: Memotong bahan mozaik menjadi ukuran yang sesuai.
- Teknik Tempel: Menempelkan potongan-potongan bahan mozaik pada dasar mozaik dengan menggunakan lem.
-
Langkah-Langkah Membuat Mozaik
- Menentukan Tema: Pilih tema yang akan dibuat mozaik.
- Membuat Sketsa: Buatlah sketsa gambar pada dasar mozaik sebagai panduan.
- Menyiapkan Bahan: Siapkan potongan-potongan bahan mozaik dengan ukuran yang sesuai.
- Menempel Bahan: Oleskan lem pada bagian belakang potongan mozaik dan tempelkan pada dasar mozaik sesuai dengan sketsa.
- Menyusun Komposisi: Susun potongan-potongan mozaik dengan rapat dan rapi. Perhatikan komposisi warna dan bentuk.
- Finishing: Periksa kembali mozaik dan perbaiki jika ada kekurangan. Biarkan lem mengering sempurna. Jika perlu, lapisi dengan lapisan pelindung.
D. Apresiasi Karya Seni Rupa
-
Pengertian Apresiasi
- Apresiasi adalah proses menilai, menghargai, dan menikmati karya seni.
- Apresiasi melibatkan pemahaman terhadap unsur-unsur seni, prinsip desain, dan makna yang terkandung dalam karya seni.
-
Unsur-Unsur Seni Rupa
- Garis: Unsur dasar yang membentuk suatu objek.
- Warna: Unsur yang memberikan kesan visual dan emosional.
- Bentuk: Wujud suatu objek, bisa dua dimensi (2D) atau tiga dimensi (3D).
- Tekstur: Kualitas permukaan suatu objek, bisa kasar, halus, licin, dll.
- Ruang: Unsur yang menunjukkan kedalaman dan jarak dalam suatu karya seni.
-
Prinsip-Prinsip Desain
- Kesatuan (Unity): Keselarasan antara unsur-unsur dalam karya seni.
- Keseimbangan (Balance): Keseimbangan visual antara bagian-bagian dalam karya seni.
- Proporsi (Proportion): Perbandingan ukuran antara objek-objek dalam karya seni.
- Irama (Rhythm): Pengulangan unsur-unsur dalam karya seni yang menciptakan kesan gerak.
- Penekanan (Emphasis): Bagian yang paling menonjol atau menarik perhatian dalam karya seni.
-
Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa
- Mengamati: Perhatikan dengan seksama unsur-unsur seni dan prinsip desain yang digunakan dalam karya seni.
- Menganalisis: Identifikasi tema, teknik, dan makna yang terkandung dalam karya seni.
- Menafsirkan: Berikan interpretasi atau pendapat pribadi tentang karya seni.
- Menilai: Berikan penilaian terhadap kualitas dan nilai estetika karya seni.
- Menikmati: Rasakan emosi dan kesan yang ditimbulkan oleh karya seni.
E. Contoh Soal
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan ilustrasi!
- Sebutkan jenis-jenis ilustrasi yang kamu ketahui!
- Sebutkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolase!
- Jelaskan langkah-langkah membuat mozaik!
- Apa yang dimaksud dengan apresiasi karya seni rupa?
- Sebutkan unsur-unsur seni rupa!
- Sebutkan prinsip-prinsip desain!
- Buatlah sebuah ilustrasi dengan tema "Lingkungan Bersih"!
- Buatlah sebuah kolase dengan tema "Pemandangan Alam"!
- Buatlah sebuah mozaik dengan tema "Bunga"!