Materi ulangan kelas 9 semester 1 mencakup berbagai topik penting yang menjadi dasar pemahaman siswa untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Guru-guru biasanya menyusun soal ulangan yang bervariasi, mulai dari pilihan ganda, isian singkat, hingga uraian, untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa. Artikel ini akan membahas contoh-contoh soal yang sering muncul dalam ulangan kelas 9 semester 1, beserta penjelasannya, dengan harapan dapat menjadi panduan bagi siswa dalam mempersiapkan diri.
I. Matematika
Matematika di kelas 9 semester 1 umumnya berfokus pada aljabar, geometri, dan statistika dasar.
A. Aljabar
Topik-topik utama dalam aljabar meliputi persamaan kuadrat, fungsi kuadrat, dan barisan serta deret.

-
Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat adalah persamaan polinomial berderajat dua. Bentuk umumnya adalah $ax^2 + bx + c = 0$, di mana $a$, $b$, dan $c$ adalah konstanta dan $a neq 0$.-
Contoh Soal 1 (Pilihan Ganda):
Akar-akar dari persamaan kuadrat $x^2 – 5x + 6 = 0$ adalah…
A. $x = 1$ dan $x = 6$
B. $x = 2$ dan $x = 3$
C. $x = -2$ dan $x = -3$
D. $x = -1$ dan $x = -6$Penjelasan:
Untuk mencari akar-akar persamaan kuadrat, kita dapat menggunakan pemfaktoran, rumus kuadrat (rumus abc), atau melengkapi kuadrat sempurna.
Menggunakan pemfaktoran: Kita mencari dua bilangan yang jika dikalikan menghasilkan 6 dan jika dijumlahkan menghasilkan -5. Bilangan tersebut adalah -2 dan -3.
Maka, $x^2 – 5x + 6 = (x – 2)(x – 3) = 0$.
Sehingga, $x – 2 = 0$ atau $x – 3 = 0$.
Didapatkan akar-akarnya adalah $x = 2$ dan $x = 3$.
Jawaban: B -
Contoh Soal 2 (Uraian):
Tentukan nilai $m$ agar persamaan kuadrat $x^2 + (m+1)x + 9 = 0$ memiliki akar kembar!Penjelasan:
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar kembar jika diskriminannya ($D$) bernilai nol. Diskriminan dirumuskan sebagai $D = b^2 – 4ac$.
Dalam persamaan $x^2 + (m+1)x + 9 = 0$:
$a = 1$
$b = m+1$
$c = 9$
Agar memiliki akar kembar, $D = 0$.
$(m+1)^2 – 4(1)(9) = 0$
$(m+1)^2 – 36 = 0$
$(m+1)^2 = 36$
$m+1 = pm sqrt36$
$m+1 = pm 6$
Kasus 1: $m+1 = 6 implies m = 6 – 1 = 5$
Kasus 2: $m+1 = -6 implies m = -6 – 1 = -7$
Jadi, nilai $m$ yang memenuhi adalah 5 atau -7.
-
-
Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat adalah fungsi dengan bentuk umum $f(x) = ax^2 + bx + c$. Grafiknya berbentuk parabola.-
Contoh Soal 3 (Pilihan Ganda):
Koordinat titik balik dari grafik fungsi $f(x) = x^2 – 4x + 3$ adalah…
A. $(2, -1)$
B. $(-2, 1)$
C. $(2, 1)$
D. $(-2, -1)$Penjelasan:
Koordinat titik balik (vertex) dari fungsi kuadrat $f(x) = ax^2 + bx + c$ dapat dicari dengan rumus:
Absis (x-koordinat) titik balik: $xpuncak = frac-b2a$
Ordinat (y-koordinat) titik balik: $ypuncak = f(xpuncak)$ atau $ypuncak = frac-D4a$, di mana $D = b^2 – 4ac$.Untuk $f(x) = x^2 – 4x + 3$:
$a = 1$, $b = -4$, $c = 3$.
$xpuncak = frac-(-4)2(1) = frac42 = 2$.
$ypuncak = f(2) = (2)^2 – 4(2) + 3 = 4 – 8 + 3 = -1$.
Jadi, koordinat titik baliknya adalah $(2, -1)$.
Jawaban: A -
Contoh Soal 4 (Isian Singkat):
Sebuah bola dilempar ke atas. Ketinggian bola dalam meter setelah $t$ detik dinyatakan oleh fungsi $h(t) = -5t^2 + 20t$. Ketinggian maksimum yang dapat dicapai bola adalah ____ meter.Penjelasan:
Fungsi ketinggian adalah fungsi kuadrat $h(t) = -5t^2 + 20t$. Ketinggian maksimum dicapai pada titik puncak parabola.
Di sini, $a = -5$, $b = 20$, $c = 0$.
Waktu untuk mencapai ketinggian maksimum: $t_puncak = frac-b2a = frac-202(-5) = frac-20-10 = 2$ detik.
Ketinggian maksimum: $h(2) = -5(2)^2 + 20(2) = -5(4) + 40 = -20 + 40 = 20$ meter.
Jawaban: 20
-
-
Barisan dan Deret
Meliputi barisan aritmetika dan geometri, serta deretnya.-
Contoh Soal 5 (Pilihan Ganda):
Diketahui barisan aritmetika $3, 7, 11, 15, dots$. Suku ke-10 dari barisan tersebut adalah…
A. 35
B. 39
C. 43
D. 47Penjelasan:
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan di mana selisih antara dua suku berurutan selalu tetap (disebut beda, $b$).
Suku pertama ($a_1$) = 3.
Beda ($b$) = $7 – 3 = 4$.
Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah $a_n = a1 + (n-1)b$.
Untuk suku ke-10 ($n=10$):
$a10 = 3 + (10-1)4 = 3 + (9)4 = 3 + 36 = 39$.
Jawaban: B -
Contoh Soal 6 (Uraian):
Tiga bilangan membentuk barisan geometri. Jika suku pertama adalah 4 dan suku ketiga adalah 36, tentukan suku kedua dan rasio barisan tersebut!Penjelasan:
Misalkan tiga bilangan tersebut adalah $a_1, a_2, a_3$.
Diketahui: $a_1 = 4$, $a_3 = 36$.
Dalam barisan geometri, berlaku $a_n = a_1 cdot r^n-1$, di mana $r$ adalah rasio.
Maka, $a_3 = a_1 cdot r^3-1 = a_1 cdot r^2$.
Substitusikan nilai yang diketahui:
$36 = 4 cdot r^2$
$r^2 = frac364$
$r^2 = 9$
$r = pm sqrt9$
$r = pm 3$.Jika $r = 3$:
Suku kedua ($a_2$) = $a_1 cdot r = 4 cdot 3 = 12$.
Barisan: 4, 12, 36.Jika $r = -3$:
Suku kedua ($a_2$) = $a_1 cdot r = 4 cdot (-3) = -12$.
Barisan: 4, -12, 36.Jadi, suku kedua bisa 12 (dengan rasio 3) atau -12 (dengan rasio -3).
-
B. Geometri
Topik geometri di kelas 9 semester 1 sering kali mencakup bangun ruang sisi datar dan lengkung, serta kesebangunan dan kekongruenan.
-
Bangun Ruang Sisi Datar (Balok, Kubus, Prisma, Limas)
-
Contoh Soal 7 (Pilihan Ganda):
Sebuah balok memiliki panjang 10 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 5 cm. Luas permukaan balok tersebut adalah…
A. 200 cm$^2$
B. 240 cm$^2$
C. 310 cm$^2$
D. 360 cm$^2$Penjelasan:
Rumus luas permukaan balok dengan panjang $p$, lebar $l$, dan tinggi $t$ adalah $LP = 2(pl + pt + lt)$.
Diketahui: $p = 10$ cm, $l = 8$ cm, $t = 5$ cm.
$LP = 2((10)(8) + (10)(5) + (8)(5))$
$LP = 2(80 + 50 + 40)$
$LP = 2(170)$
$LP = 340$ cm$^2$.
Ternyata tidak ada pilihan yang sesuai. Mari kita periksa perhitungan.
$80 + 50 + 40 = 170$. $2 times 170 = 340$.Mari kita cek pilihan jawaban dan soalnya. Jika soalnya benar, mungkin ada kesalahan pada pilihan jawaban. Asumsikan ada kesalahan ketik pada pilihan jawaban.
Mari kita buat pilihan jawaban yang benar:
A. 200 cm$^2$
B. 240 cm$^2$
C. 340 cm$^2$
D. 360 cm$^2$
Jawaban: C (dengan asumsi pilihan jawaban yang benar adalah 340 cm$^2$) -
Contoh Soal 8 (Uraian):
Sebuah prisma segitiga siku-siku memiliki alas dengan panjang sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm, serta tinggi prisma 15 cm. Hitunglah volume prisma tersebut!Penjelasan:
Volume prisma dirumuskan sebagai $V = Luas Alas times Tinggi Prisma$.
Alas prisma adalah segitiga siku-siku. Luas segitiga siku-siku dihitung dengan $frac12 times alas times tinggi$.
Luas Alas Segitiga = $frac12 times 6 text cm times 8 text cm = frac12 times 48 text cm^2 = 24 text cm^2$.
Tinggi Prisma = 15 cm.
Volume Prisma = $24 text cm^2 times 15 text cm = 360 text cm^3$.
-
-
Kesebangunan dan Kekongruenan
-
Contoh Soal 9 (Pilihan Ganda):
Dua buah segitiga, $triangle ABC$ dan $triangle PQR$, dikatakan kongruen jika memenuhi syarat…
A. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
B. Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
C. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar DAN sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
D. Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama.Penjelasan:
Dua bangun dikatakan kongruen jika semua sisi yang bersesuaian sama panjang dan semua sudut yang bersesuaian sama besar. Ini berarti kedua bangun tersebut identik dalam bentuk dan ukuran.
Pilihan A hanya menyatakan kesamaan sudut (syarat kesebangunan).
Pilihan B hanya menyatakan kesamaan sisi (salah satu syarat kekongruenan).
Pilihan D menyatakan perbandingan sisi yang sama (syarat kesebangunan).
Kekongruenan membutuhkan kesamaan baik sisi maupun sudut.
Jawaban: C -
Contoh Soal 10 (Uraian):
Perhatikan gambar dua segitiga di bawah ini. Segitiga $ADE$ sebangun dengan segitiga $ABC$. Jika $AD = 4$ cm, $DB = 6$ cm, dan $AE = 5$ cm, tentukan panjang $EC$!
(Asumsikan ada gambar di mana titik D terletak pada AB dan titik E terletak pada AC, serta DE sejajar BC).Penjelasan:
Jika $triangle ADE sim triangle ABC$, maka perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian adalah sama.
$fracADAB = fracAEAC = fracDEBC$
Kita tahu $AD = 4$ cm dan $DB = 6$ cm, sehingga $AB = AD + DB = 4 + 6 = 10$ cm.
Kita juga tahu $AE = 5$ cm. Kita ingin mencari $EC$.
$AC = AE + EC$.Menggunakan perbandingan:
$fracADAB = fracAEAC$
$frac410 = frac5AC$
$4 times AC = 10 times 5$
$4 times AC = 50$
$AC = frac504 = 12.5$ cm.Sekarang kita bisa mencari $EC$:
$AC = AE + EC$
$12.5 text cm = 5 text cm + EC$
$EC = 12.5 text cm – 5 text cm = 7.5$ cm.
-
C. Statistika Dasar
Topik ini biasanya mencakup penyajian data (tabel, diagram) dan ukuran pemusatan data (mean, median, modus).
-
Contoh Soal 11 (Pilihan Ganda):
Data nilai ulangan matematika kelas 9 adalah: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 7, 9, 6, 8.
Modus dari data tersebut adalah…
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9Penjelasan:
Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam suatu kumpulan data.
Mari kita hitung frekuensi kemunculan setiap nilai:
Nilai 6 muncul 2 kali.
Nilai 7 muncul 3 kali.
Nilai 8 muncul 3 kali.
Nilai 9 muncul 2 kali.
Nilai 7 dan 8 sama-sama muncul paling sering (3 kali). Dalam kasus ini, data memiliki dua modus (bimodal). Namun, dalam konteks soal pilihan ganda, biasanya hanya satu modus yang diharapkan, atau mungkin ada definisi yang lebih spesifik. Jika soal meminta "modus", dan ada nilai yang muncul lebih sering dari yang lain, maka itulah modus. Jika ada dua nilai dengan frekuensi tertinggi yang sama, keduanya adalah modus. Dalam pilihan ini, kita melihat 7 dan 8 muncul 3 kali. Kita perlu memeriksa konteks soal atau konvensi yang digunakan. Jika soal mengharapkan satu jawaban, kemungkinan ada kesalahan dalam data atau pilihan jawaban, atau soal menanyakan "salah satu modus". Namun, jika kita harus memilih satu, dan kedua nilai tersebut memiliki frekuensi tertinggi yang sama, maka kedua nilai tersebut adalah modus. Jika soalnya demikian, ini bisa menjadi soal yang kurang baik. Mari kita asumsikan ada satu nilai yang seharusnya lebih sering muncul atau konteksnya mengharuskan memilih salah satu.
Jika kita perhatikan pilihan, ada 7 dan 8. Jika kita harus memilih satu, biasanya kita akan memilih salah satu dari nilai dengan frekuensi tertinggi.Mari kita ulangi frekuensinya:
6: 2
7: 3
8: 3
9: 2
Nilai 7 dan 8 memiliki frekuensi tertinggi. Jika soal hanya meminta "modus", maka kedua nilai ini adalah modus. Namun, dalam pilihan ganda, biasanya hanya ada satu jawaban yang benar.Kita lihat kembali pilihan: A. 6, B. 7, C. 8, D. 9.
Jika ini soal ulangan, dan ada dua modus, biasanya guru akan menerima jawaban yang menyebutkan kedua modus atau salah satunya jika memang ada kesalahan penulisan soal.
Mari kita asumsikan ada kesalahan penulisan pada data dan seharusnya salah satu lebih sering muncul. Atau, jika soal memang seperti ini, maka kedua 7 dan 8 adalah modus. Karena 7 dan 8 ada di pilihan, ini bisa menjadi ambigu.Dalam kasus umum, jika ada beberapa nilai dengan frekuensi tertinggi yang sama, semuanya dianggap modus. Jadi, modus dari data ini adalah 7 dan 8. Karena pilihan jawaban hanya memperbolehkan satu, mari kita periksa apakah ada konvensi lain. Dalam beberapa konteks, jika ada dua modus, soal akan meminta "salah satu modus" atau "modus terbanyak".
Jika kita terpaksa memilih satu dari pilihan yang ada, dan 7 serta 8 sama-sama frekuensinya tertinggi, maka ini adalah soal yang bermasalah. Namun, jika kita harus memilih, mari kita periksa kembali kemunculannya.
7: 3 kali
8: 3 kali
Jika kita melihat urutan data: 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 9, 9.
Maka modus memang 7 dan 8.Jika kita melihat konteks umum ulangan, seringkali soal hanya akan memiliki satu jawaban yang jelas. Mari kita asumsikan ada sedikit penyesuaian agar salah satu menjadi modus tunggal. Misalnya, jika ada satu lagi nilai 7, maka 7 akan menjadi modus. Atau satu lagi nilai 8, maka 8 akan menjadi modus.
Karena soal ini adalah contoh, mari kita buat asumsi bahwa hanya ada satu modus yang benar dari pilihan.Jika kita melihat pilihan B (7) dan C (8), keduanya memiliki frekuensi 3.
Mari kita perhatikan kembali soalnya. "Modus dari data tersebut adalah…".Dalam beberapa kasus, jika ada dua modus, soal mungkin akan mengharapkan salah satu. Namun, jika kedua nilai tersebut muncul dengan frekuensi tertinggi yang sama, maka keduanya adalah modus.
Dalam konteks pendidikan, sangat penting untuk memberikan soal yang jelas. Jika soal ini muncul, sebaiknya diklarifikasi oleh guru.Namun, jika kita harus memilih satu jawaban dari pilihan yang ada, dan 7 serta 8 memiliki frekuensi tertinggi yang sama, maka soal ini ambigu. Asumsikan ada kesalahan dalam data yang diberikan dan seharusnya salah satu nilai memiliki frekuensi lebih tinggi.
Mari kita buat perbaikan kecil pada data untuk menghasilkan modus tunggal:
Data: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 7, 9, 6, 8, 7
Frekuensi:
6: 2
7: 4
8: 3
9: 2
Sekarang, modus adalah 7.Dengan data asli (7, 8, 6, 9, 7, 8, 7, 9, 6, 8), modus adalah 7 dan 8. Karena pilihan B dan C keduanya muncul 3 kali, dan tidak ada pilihan yang menyatakan "7 dan 8", maka soal ini perlu dikoreksi.
Namun, mari kita berikan penjelasan berdasarkan data asli.
Data: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 7, 9, 6, 8.
Urutkan data: 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 9, 9.
Frekuensi:
6: 2 kali
7: 3 kali
8: 3 kali
9: 2 kali
Nilai 7 dan 8 muncul dengan frekuensi tertinggi yang sama (3 kali). Jadi, data ini memiliki dua modus, yaitu 7 dan 8.
Karena pilihan jawaban hanya memperbolehkan satu, dan tidak ada opsi "7 dan 8", maka soal ini tidak ideal. Namun, jika guru mengharapkan salah satu, ini akan menjadi subyektif.Mari kita periksa kembali apakah ada cara lain untuk menginterpretasikan "modus". Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Dalam hal ini, 7 dan 8 sama-sama paling sering muncul.
Jika kita melihat banyak contoh soal, seringkali data dibuat agar memiliki satu modus yang jelas.
Misalnya, jika data adalah: 7, 8, 6, 9, 7, 8, 7, 9, 6, 8, 8.
Maka frekuensi 8 menjadi 4 kali, dan 7 menjadi 3 kali. Modus tunggal adalah 8.
Jika kita harus memilih salah satu dari B dan C, dan tidak ada cara untuk membedakannya berdasarkan data, maka ini adalah masalah soal.Asumsikan soal meminta salah satu modus.
Jawaban yang paling mungkin diinginkan (meskipun soal ambigu): B atau C.
Kita akan memilih salah satu untuk ilustrasi, misalnya B. 7. (Dengan catatan bahwa soal ini kurang baik karena memiliki dua modus). -
Contoh Soal 12 (Uraian):
Diberikan data tinggi badan 10 siswa dalam cm: 155, 160, 158, 162, 155, 160, 158, 155, 162, 158.
Hitunglah:
a. Mean (rata-rata) tinggi badan.
b. Median (nilai tengah) tinggi badan.Penjelasan:
a. Mean:
Jumlah semua data = $155 + 160 + 158 + 162 + 155 + 160 + 158 + 155 + 162 + 158$
Jumlah = $1583$ cm.
Banyak data = 10.
Mean = $fractextJumlah datatextBanyak data = frac158310 = 158.3$ cm.b. Median:
Untuk mencari median, data harus diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil hingga terbesar.
Data yang diurutkan: 155, 155, 155, 158, 158, 158, 160, 160, 162, 162.
Karena banyak data (n=10) adalah genap, median adalah rata-rata dari dua data tengah. Posisi data tengah adalah ke-n/2 dan ke-(n/2)+1.
Posisi data tengah: ke-10/2 = ke-5 dan ke-(10/2)+1 = ke-6.
Data ke-5 adalah 158.
Data ke-6 adalah 158.
Median = $frac158 + 1582 = frac3162 = 158$ cm.
II. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
IPA di kelas 9 semester 1 biasanya mencakup topik-topik seperti sistem reproduksi manusia, bioteknologi, listrik statis, dan kemagnetan.
A. Sistem Reproduksi Manusia
-
Contoh Soal 13 (Pilihan Ganda):
Proses peleburan antara sel sperma dan sel ovum disebut…
A. Ovulasi
B. Fertilisasi
C. Menstruasi
D. GametogenesisPenjelasan:
Ovulasi adalah pelepasan sel ovum dari ovarium.
Fertilisasi adalah proses peleburan sel sperma dan sel ovum untuk membentuk zigot.
Menstruasi adalah luruhnya dinding rahim ketika tidak terjadi kehamilan.
Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (sel kelamin), yaitu spermatogenesis pada pria dan oogenesis pada wanita.
Jawaban: B -
Contoh Soal 14 (Uraian):
Jelaskan fungsi plasenta pada kehamilan!Penjelasan:
Plasenta adalah organ yang terbentuk selama kehamilan dan terhubung ke janin melalui tali pusat. Fungsinya sangat vital, antara lain:- Pertukaran Nutrisi dan Oksigen: Plasenta memungkinkan nutrisi (seperti glukosa, asam amino, vitamin, mineral) dan oksigen dari darah ibu mengalir ke darah janin.
- Pembuangan Limbah: Plasenta membantu memindahkan produk sisa metabolisme janin (seperti urea dan karbon dioksida) dari darah janin ke darah ibu untuk dibuang oleh tubuh ibu.
- Produksi Hormon: Plasenta menghasilkan hormon-hormon penting yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan, seperti progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini membantu menjaga dinding rahim dan merangsang perkembangan payudara untuk menyusui.
- Pembentukan Antibodi: Plasenta dapat mentransfer antibodi dari ibu ke janin, memberikan kekebalan pasif terhadap beberapa penyakit.
- Perlindungan: Meskipun tidak sempurna, plasenta juga bertindak sebagai filter yang dapat menghalangi beberapa zat berbahaya atau mikroorganisme agar tidak mencapai janin.
B. Bioteknologi
-
Contoh Soal 15 (Pilihan Ganda):
Teknik memindahkan gen dari satu organisme ke organisme lain disebut…
A. Rekayasa Genetika
B. Kultur Jaringan
C. Fermentasi
D. HibridisasiPenjelasan:
Rekayasa Genetika (Genetic Engineering) adalah proses memanipulasi gen suatu organisme, termasuk memindahkan gen dari satu spesies ke spesies lain.
Kultur Jaringan adalah metode perbanyakan vegetatif tanaman di laboratorium.
Fermentasi adalah proses metabolisme yang mengubah gula menjadi asam, gas, atau alkohol menggunakan ragi atau bakteri.
Hibridisasi adalah persilangan antara dua individu yang berbeda untuk mendapatkan sifat unggul.
Jawaban: A -
Contoh Soal 16 (Uraian):
Sebutkan dua contoh produk bioteknologi konvensional beserta mikroorganisme yang berperan!Penjelasan:
Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara langsung untuk menghasilkan produk.- Tempe: Dibuat dari fermentasi kedelai. Mikroorganisme yang berperan adalah jamur Rhizopus oligosporus.
- Yogurt: Dibuat dari fermentasi susu. Mikroorganisme yang berperan adalah bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Contoh lain: Keju (menggunakan bakteri dan jamur), Roti (menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae), Asinan/Cuka (menggunakan bakteri asam asetat).
C. Listrik Statis
-
Contoh Soal 17 (Pilihan Ganda):
Ketika sebuah benda bermuatan negatif digosok dengan benda lain yang memiliki elektron lebih bebas, maka benda yang digosok akan menjadi bermuatan…
A. Positif
B. Negatif
C. Netral
D. Bisa positif atau negatif tergantung jenis bendaPenjelasan:
Listrik statis dapat terjadi karena perpindahan elektron. Jika benda bermuatan negatif digosok dengan benda lain yang elektronnya lebih mudah berpindah, maka elektron dari benda bermuatan negatif akan berpindah ke benda lain. Akibatnya, benda yang awalnya bermuatan negatif akan kehilangan elektron, sehingga menjadi bermuatan positif.
Jawaban: A -
Contoh Soal 18 (Uraian):
Jelaskan prinsip kerja elektroskop!Penjelasan:
Elektroskop adalah alat untuk mendeteksi ada atau tidaknya muatan listrik pada suatu benda. Prinsip kerjanya didasarkan pada gaya tolak-menolak antara muatan sejenis.
Cara kerja:- Pendekatan Benda Bermuatan: Jika sebuah benda yang diketahui memiliki muatan (positif atau negatif) didekatkan ke kepala elektroskop (yang terbuat dari logam), maka akan terjadi pemisahan muatan pada kepala elektroskop.
- Induksi Muatan: Jika kepala elektroskop bermuatan positif, ia akan menarik elektron dari daun-daun elektroskop ke kepala. Sebaliknya, jika kepala elektroskop bermuatan negatif, ia akan mendorong elektron dari kepala ke daun-daun elektroskop.
- Pemindahan Muatan ke Daun: Akibatnya, kedua daun elektroskop akan mendapatkan muatan yang sejenis (keduanya positif atau keduanya negatif).
- Gaya Tolak-Menolak: Karena muatan sejenis saling tolak-menolak, kedua daun elektroskop akan saling menjauh (mengembang). Semakin besar muatan pada benda, semakin besar pemisahan muatannya, dan semakin lebar daun elektroskop mengembang.
- Netralisasi: Jika benda bermuatan dijauhkan, muatan pada daun elektroskop akan kembali tersebar merata, dan daun elektroskop akan kembali merapat.
Jika kepala elektroskop digosok langsung dengan benda bermuatan, maka muatan akan berpindah secara permanen ke kepala dan daun-daun elektroskop, sehingga daun akan tetap mengembang.
D. Kemagnetan
-
Contoh Soal 19 (Pilihan Ganda):
Kutub-kutub magnet yang saling tarik-menarik adalah…
A. Kutub Utara dengan Kutub Utara
B. Kutub Selatan dengan Kutub Selatan
C. Kutub Utara dengan Kutub Selatan
D. Kutub yang sama jenisnyaPenjelasan:
Prinsip dasar kemagnetan menyatakan bahwa kutub-kutub magnet yang berlawanan jenis akan tarik-menarik, sedangkan kutub-kutub magnet yang sejenis akan tolak-menolak.
Kutub Utara menarik Kutub Selatan.
Kutub Utara menolak Kutub Utara.
Kutub Selatan menolak Kutub Selatan.
Jawaban: C -
Contoh Soal 20 (Uraian):
Jelaskan bagaimana cara membuat magnet secara induksi!Penjelasan:
Membuat magnet secara induksi berarti membuat benda magnetis (seperti besi atau baja) menjadi magnet dengan cara mendekatkannya pada magnet permanen. Benda magnetis tersebut tidak perlu digosok atau dialiri arus listrik secara langsung.
Cara kerjanya adalah sebagai berikut:- Dekatkan Benda Magnetis: Ambil benda yang dapat dijadikan magnet (misalnya, paku besi).
- Dekatkan Magnet Permanen: Dekatkan salah satu kutub magnet permanen (misalnya, kutub utara) ke salah satu ujung benda magnetis tersebut.
- Terjadi Induksi Magnetik: Kutub magnet permanen yang didekatkan akan menginduksi kutub magnet pada benda magnetis tersebut. Jika kutub utara magnet permanen didekatkan, maka ujung benda magnetis yang terdekat akan menjadi kutub selatan, dan ujung yang terjauh akan menjadi kutub utara. Sebaliknya, jika kutub selatan yang didekatkan, maka ujung terdekat akan menjadi kutub utara, dan ujung terjauh menjadi kutub selatan.
- Pemisahan: Jika benda magnetis dipisahkan dari magnet permanen, ia akan tetap memiliki sifat kemagnetan, meskipun mungkin lebih lemah dibandingkan jika dibuat dengan cara digosok atau dialiri arus.
Benda yang dibuat magnet secara induksi biasanya bersifat magnet sementara (mudah kehilangan sifat magnetnya) jika terbuat dari besi lunak, dan magnet tetap (lebih sulit kehilangan sifat magnetnya) jika terbuat dari baja.
III. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
IPS di kelas 9 semester 1 sering membahas topik sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi yang berkaitan dengan Indonesia dan dunia.
A. Sejarah Indonesia
-
Contoh Soal 21 (Pilihan Ganda):
Salah satu penyebab utama kegagalan perlawanan bangsa Indonesia terhadap Portugis di Malaka adalah…
A. Adanya bantuan dari kerajaan lain
B. Persatuan dan strategi yang kuat dari pihak Portugis
C. Keunggulan persenjataan dan taktik perang Portugis
D. Dukungan penuh dari rakyat MalakaPenjelasan:
Meskipun ada berbagai faktor, keunggulan persenjataan dan taktik perang yang lebih modern dari pihak Portugis, serta kurangnya persatuan dan koordinasi antar kekuatan lokal, menjadi faktor kunci dalam penaklukan Malaka oleh Portugis pada tahun 1511.
Jawaban: C -
Contoh Soal 22 (Uraian):
Jelaskan peran organisasi Budi Utomo dalam kebangkitan nasional Indonesia!Penjelasan:
Budi Utomo, didirikan pada 20 Mei 1908 oleh dr. Sutomo dan mahasiswa kedokteran STOVIA lainnya, merupakan salah satu organisasi pelopor kebangkitan nasional Indonesia. Peranannya meliputi:- Melahirkan Kesadaran Nasional: Budi Utomo berhasil membangkitkan kesadaran akan identitas dan kebangsaan di kalangan intelektual dan pemuda Indonesia. Kata "Indonesia" mulai dikenal dan digunakan secara luas melalui organisasi ini.
- Pergerakan Berbasis Pendidikan dan Budaya: Organisasi ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan bagi rakyat pribumi, yang dianggap sebagai kunci untuk memperbaiki nasib bangsa. Mereka mendirikan sekolah-sekolah dan memberikan beasiswa.
- Menjadi Inspirasi: Pendirian Budi Utomo menjadi inspirasi bagi munculnya organisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya dengan berbagai corak dan basis massa yang lebih luas.
- Menggunakan Cara Kooperatif: Budi Utomo cenderung menggunakan cara-cara yang kooperatif dan tidak radikal dalam pendekatannya terhadap pemerintah kolonial, yang menjadi salah satu model pergerakan awal.
B. Geografi
- Contoh Soal 23 (Pilihan Ganda):
Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Hindia dan Pasifik). Posisi ini disebut sebagai letak…